• Purchasing Management – Konsep Value Purchase, Total Cost dan Best Acquisition Cost

    Banyak yang beranggapan bahwa, tugas purchasing adalah mengadakan barang dan jasa dengan harga serendah-rendahnya. Purchasing dituntut untuk terus menekan harga pembelian barang dan jasa. Bahkan ada yang ditargetkan bahwa pembelian periode ini harus lebih rendah 10% atau 15% dari pembelian periode lalu. Sehingga dalam proses pemilihan dan negosiasi dengan pemasok, harga menjadi variable yang penting, bahkan menjadi hal penentu. Purchasing akan memilih pemasok yang menawarkan harga terendah.

    Konsep Value Purchase

    Jika kita mencoba memahami apa yang disebut dengan harga, harga adalah jumlah financial yang kita korbankan untuk mendapatkan suatu barang atau jasa, dimana barang dan jasa tersebut akan memberikan benefit kepada kita. Jadi dalam proses pembelian, kita seharusnya menganalisa antara harga yang harus kita keluarkan dan benefit yang kita dapat. Benefit harus lebih besar dari harga yang kita korbankan

    Sebagai contoh, ada dua orang purchasing yang hendak membeli barang yang sama, contoh sebuah kendaraan roda empat dengan spesifikasi yang sama. Purchasing yang pertama berhasil melakukan negosiasi dengan pembeli dan menyepakati harga mobil tersebut dengan harga Rp 100 juta. Harga Rp 100 jt tersebut hanya harga mobilnya saja. Sedangkan Purchasing yang kedua mendapatkan mobil dengan harga Rp 110 juta, tetapi termasuk gratis tiga kali service mobil. Gratis service mobil tersebut jika dinilai setara dengan Rp 30 jt. Jadi jika kita membandingkan kedua pembelian tersebut, pembelian purchasing yang pertama, memang lebih murah, tapi jika ditambah dengan service mobil maka nilainya menjadi Rp 130 jt (Rp 100 + Rp 30 jt yang diharus keluarkan pada saat service). Sedangkan pembelian purchasing yang kedua hanya dengan mengeluarkan Rp 110 jt, dia sudah mendapat benefit sebesar Rp 130 jt. Jadi prinsip purchasing adalah bagaimana mendapatkan barang atau jasa dengan value yang tinggi dan sebanyak-banyaknya. Dapat disimpulkan value purchase adalah

    Sekali lagi purchasing bukan mencari harga terendah. Tetapi mendapatkan benefit sebesar-besarnya. Tantangan seorang Purchasing, adalah bagaimana mengenali potensial benefit yang bisa didapatkan. Contoh lagi, seandainya pada saat kita membeli rumah, dan harga rumah itu sudah sesuai dengan budget kita, dan harga sudah tidak bisa lagi ditawar, apakah kita berhenti untuk melakukan negosiasi. Minta benefit yang lain, seperti gratis AC, gratis tanaman dan lainnya. Nah itulah benefit yang kita bisa dapatkan.

    Konsep Total Cost

    Harga lebih rendah belum tentu menghasilkan benefit yang lebih tinggi. Bahkan adakala membeli barang dengan harga murah, contoh mesin. Tetapi spare parts nya sulit dicari. Biaya maintenance mahal. Tidak memiliki tenaga ahli, ketika kita menghadapai masalah. Jadi barang yang tadinya kita beli dengan harga murah, secara total akan menjadi mahal.

    Seluruh biaya yang kita keluarkan, mulai dari proses pembelian, pada saat pembelian dan setelah pembelian, inilah yang disebut TOTAL COST. Ada variable lain selain harga barang atau jasa yang kita beli, yaitu Pre-Transaction dan Post Transaction. Komponen-komponen tersebut terdiri dari

    Transaction adalah komponen-komponen yang kita biasa evaluasi pada saat pembelian, seperti harga barang, ongkir, biaya instalasi, tempo pembayaran, dan lainnya.

    Pre-Transaction adalah komponen harga yang kita keluarkan sebelum transaksi pembelian terjadi, misalnya biaya design, biaya mockup, konsultasi, sampling, meeting dan lainnya. Kembali ke harga, kita membeli barang dengan harga murah, tapi tidak dapat informasi jelas, tidak dibantu design, tidak ada sample, penjual sulit ditemui dan lainnya sebagainya.

    Sedangkan Post-Transaction adalah biaya yang kita keluarkan setelah terjadi pembelian, seperti biaya mainetanance, ketersediaan spare parts, ketersediaan teknisi, kemudahan bantuan teknis, ketersedian workshop dan lainnya.

    Jadi seluruh biaya kemungkinan kita keluarkan baik sebelum, pada saat dan sesudah pembelian itulah yang disebut TOTAL COST. Harga murah belum tentu jaminan, jika biaya post transaction besar. Beli mesin murah, tapi satu tahun sudah rusak, spare part sulit dicari, tidak ada workshop.

    Konsep Value diatas juga bisa berkaitan dengan konsep TOTAL COST. Benefit yang didapat bukan hanya harga yang murah, tapi bisa komponen pre dan post transaction. Seperti gratis service, ketersediaan teknisi dan lainnya.

    Kesimpulan, harga bukanlah satu-satunya variable dalam menentukan pembelian. Harus dilihat berapa value yang kita bisa raih. Sebaliknya harga murah juga belum tentu menjadi pilihan. Jadi Purchasing bukan mencari THE LOWEST PRICE tetapi THE BEST ACQUITION COST. Tantangan seorang Purchasing adalah bagaimana mengenali dan menggali benefit sebanyak-banyaknya yang sesuai dengan kebutuhan perusahaan

    Jika Anda ingin lebih memperdalam konsep dan aplikasi Value Purchase, Total Cost dan Best Acquisition Cost, Anda bisa mengikuti pelatihan di DMTc Training. Hubungi kami di 0878 8299 2123 atau admin @ dmt-id com untuk informasi lebih lanjut. Kunjungi website kami dmt-id.com.

    Penulis

    Post Tagged with , ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *