Perlakuan Akuntansi Perusahaan Konstruksi (Bagian 5)

PENDAPATAN USAHA KONSTRUKSI

Perusahaan konstruksi pada pelaksanaannya mempunyai beberapa karateristik yang berbeda dengan industri umum lainnya.Salah satu karateristik industri konstruksi adalah periode penyelesaian sebuah pekerjaan yang membutuhkan waktu lama.

Perlakuan akan adanya pengakuan pendapatan dan biaya telah disaji dalam pedoman prinsip akuntansi kita, yakni PSAK 34 Kontrak Konstruksi. PSAK 34 memberikan pemahaman dan kemudahan akan arah dan petunjuk bagaimana sebuah pengeluaran ekonomis akan diakui sebagai beban atau pendapatan.

Tulisan berikut menjelaskan bagaimana prinsip akuntansi untuk menghitung pendapatan usaha konstruksi bisa kita tentukan di awal dengan memahami arti penghasilan adalah :

  1. Nilai pendapatan semula yang telah disetujui di dalam kontrak.
  2. Penyimpangan dalam pekerjaan kontrak, klaim dan pembayaran insentif sepanjang memungkinkan menghasilkan pendapatan dan dapat diukur secara andal.

Secara khusus juga dibuat ukuran-ukuran yang menjadi pedoman untuk mengakui sebuah transaksi yang dikategorikan kedalam pendapatan usaha konstruksi :

  1. Diukur pada nilai wajar dari imbalan diterima atau akan diterima.
  2. Dipengaruhi ketidakpastian di masa yang akan dating.
  3. Perlu direvisi sesuai dengan realisasi dan hilangnya ketidakpastian.
    • Kenaikan biaya.
    • Denda keterlambatan.
    • Kenaikan jumlah unit.

Praktik penerapan pencatatan pendapatan usaha konstruksi dimulai dengan mengetahui ruang lingkup pekerjaan dan periode penyelesaian pekerjaan.Aktifitas-aktifitas tersebut kemudian dikaitkan dengan sumber-sumber ekonomis pengeluaran perusahaan.

Helmy Harahap - DMTc Professional Trainer

Helmy Harahap – DMTc Professional Trainer

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Warning! Spamming is against the law