Perlakuan Akuntansi Perusahaan Konstruksi (bagian 2)

Accounting2Edisi tulisan sebelumnya , penulis telah memberikan pemaparan awal perihal industri konstruksi. Kupasan mengenai perlakuan akuntansi untuk usaha konstruksi bila kita urut satu persatu maka fokus yang paling penting adalah bagaimana menghitung, mengukur dan mencatat akun-akun yang ada didalam laporan keuangan perusahaan konstruksi berbasis standard internasional.

Penerapan secara khusus untuk pengakuan pendapatan memperhatikan beberapa hal sehingga diperoleh suatu perhitungan yang proporsional tetapi tetap mengacu kepada standard akuntansi yang kita miliki.

  1. Periode lamanya penyelesaian pekerjaan
  2. Perkiraan nilai pekerjaan yang disetujui didalam kontrak.
  3. Unsur-unsur yang bisa terjadi selama pekerjaan berlangsung, seperti ; penyimpangan, klaim dan perubahan gambar.
  4. Tahapan atau progress penyelesaian pekerjaan.

Biasanya pada tingkat awal sebelum pekerjaan konstruksi dilakukan, pemberi kerja dan penerima kerja (kontraktor) telah memahami dan menguasai rincian-rincian teknis dari sebuah pekerjaan. Oleh karena itu jenis dan klasifikasi teknis perkerjaan dilaksanakan oleh masing-masing unit usaha yang memiliki kemampuan di bidangnya masing-masing.

Secara prinsip bahwa pihak yang melaksanakan pekerjaan (kontraktor) adalah penyedia jasa dengan kemampuan kwalifikasi telah ditentukan.Bagi para pelaksana yang bergelut di dunai akuntansi, pemahaman awal atas bisinis proses masing-masing penyedia jasa menetukan akhir dari sebuah pencatatan.Perbedaan masing-masing aktifitas di setiap penyedia jasa juga mempengaruhi besar kecilnya dalam penetuan nilai yang akan dicatat.

Oleh karena itu pendefinisian bahwa industri kontruksi merupakan sebuah aktifitas jasa sebagai titik awal guna mendalami lebih lanjut metode pencatatan.Banyak hal mesti kita kenal agar manfaat dan arah terutama bagaimana proses pencatatan itu berlangsung bisa tercapai mengingat jasa memiliki karateristik yang berbeda dan aspek penekanan yang paling penting adalah ukuran kemampuan yang tidak diwujudkan dalam bentuk yang konkret.

Penulis :

HH

Helmy Harahap – Professional Instructor DMTc

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Warning! Spamming is against the law