• Management dan Akuntansi – Aset Tetap : Penentuan Pembelian Aset Tetap Produktif dan Tidak Produktif

    Salah satu pengukuran kinerja perusahaan adalah dengan mengukur tingkat pengembalian terhadap asset yang dikelola oleh perusahaan. Biasa disebut dengan Return On Asset (ROA). Semakin tinggi tingkat pengembalian atas aset yang dikelola maka akan semakin baik dan sehat kondisi financial perusahaan. ROA ini dihitung dengan menggunakan rasio antara Laba Operasional (Operating Income) dan Total Asset

    ROA haruslah lebih besar dari pada tingkat suku bunga. Kalau rasio ROA dibawah tingkat suku bunga, artinya perusahaan mengelola dan menjalankan asset-asset dan hasilnya dibawah tingkat suku bunga. Perusahaan menjalankan pabrik, mesin-mesin dengan oparator dan tenaga kerja, tapi hasilnya masih dibawah tingak suku bunga. Kalau begitu lebih baik Perusahaan menginvest uangnya ke bank, dan tidak melakukan operasional. Hasilnya investasi di bank lebih baik dari pada perusahaan bersusah payah mengelola aset-asetnya. Makanya nilai ROA harus diatas tingkat suku bunga bank.

    Lalu pertanyaannya bagaimana cara perusahaan untuk meningkatkan ROA. Kalau dilihat dari rumus rasio tersebut, nilai ROA akan naik jika laba operasionalnya naik dan nilai total aset nya turun. Sebaliknya nilai ROA akan turun jika laba operasional turun dan nilai total aset nya naik. Artinya perusahaan dituntut untuk terus meningkatkan laba dengan cara meningkatkan penjualan dan mengefisienkan biaya.

    Dan dari sisi aset perusahaan dituntut untuk terus meningkatkan efisiensi aset-asetnya. Aset perusahan disini termasuk Piutang, Inventory, Prepayment, Aset Tetap dan aset lainnya. Jika dilihat dari sisi aset tetap, maka untuk meningkatkan ROA, perusahaan harus meningkatkan utilisasi aset tetap, dan tidak menambah aset tetap yang tidak menghasilkan. Jika perusahaan banyak membeli aset tetap yang tidak menghasilkan, atau disebut Aset Tetap TIDAK PRODUKTIF, maka nilai Aset meningkat tapi tidak meningkatkan laba. Karena tidak produktif. Contoh perusahaan manufaktur membeli lukisan yang mahal untuk dipajang di ruang tunggu tamu. Lukisan itu tidak mendatangkan penjualan. Tidak meningkatkan laba. Contoh lain, perusahaan membeli kendaraan yang akan digunakan oleh manager administrasi. Tapi bagaimana jika perusahaan membutuhkan aset-aset tetap tidak produktif. Sewa saja aset tetap tidak produktif, jangan membeli aset tersebut.

    Contoh mobil manager administrasi tadi. Tidak usah dibeli, cukup sewa saja. Jika mobil nya rusak atau ada masalah, pihak penyewa akan mengganti dengan mobil yang baru. Operasional tetap berjalan tanpa harus memiliki aset tersebut, dan tidak meningkatkan nilai aset. Jadi kesimpulannya, sebaiknya perusahaan terus meningkatkan kinerja aset-aset tetapnya dengan cara meningkatkan utilisasi aset dan tidak membebankan dengan pembelian aset-aset tetap yang tidak produktif. Perusahaan sebaiknya hanya memiliki Aset-aset Tetap Yang Produktif, yaitu aset-aset tetap yang menghasilkan penjualan, mengefisienkan operasional, mengurangi biaya, dan meningkatkan kualitas produk dan jasa yang dihasilkan perusahaan

    Jika Jika Anda ingin memperdalam konsep dan aplikasi bagaimana mengelola Aset Tetap Secara Lebih efisien, Anda bisa mengikuti pelatihan di DMTc Training. Hubungi kami di 0878 8299 2123 atau admin @ dmt-id com untuk informasi lebih lanjut. Kunjungi website kami dmt-id.com.

    Penulis : Dino Martin, MBA

    Post Tagged with , ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *