• COST MANAGEMENT & CONTROL – Cost Element, Cost Driver dan Cost Activity

    COST MANAGEMENT & CONTROL

    Cost Element, Cost Driver dan Cost Activity

    Dalam proses pengendalian biaya, biasanya kita melihat laporan aktual biaya yang dikeluarkan oleh accounting. Kita biasanya juga membandingkan biaya-biaya tersebut dengan periode sebelumnya, misalnya tahun lalu atau bulan lalu, atau membandingkan dengan budget yang sudah disetujui. Berdasarkan informasi aktual biaya tersebut, kemudian dianalisa kenapa terjadi kenaikan, apa penyebabnya, apakah penyebabnya karena faktor eksternal atau internal, apakah penyebabnya bersifat temporer atau permanen. Berdasarkan analisa tersebut, maka kita akan mengambil langkah-langkah selanjutnya.

    Aktual biaya yang kita lihat dari akun-akun biaya tersebut disebut dengan COST ELEMENT. Bisa saja akibat dari satu kegiatan berpengaruh pada beberapa akun biaya. Contoh, ketika bagian akunting harus melakukan perubahan pembuatan report, yang tadinya report dibuat per bulan, sekarang dibuat perminggu. Akibatnya akun biaya ATK meningkat karena banyak penggunaan kertas dan tinta. Akun biaya Telekomunikasi meningkat karena banyak melakukan panggilan telepon untuk konfirmasi data. Akun biaya Transportasi meningkat karena staf akunting harus kerja lembur, dan diberikan fasilitas transportas. Dan akun lainnya. Jadi dampak dari perubahan aktivitas akan terlihat pada COST ELEMENT nya. Ketika kita melihat laporan biaya, yang terlihat adalah cost element.

    Kalau kita lihat dari contoh diatas, kenaikan biaya disebabkan karena perubahan frekwensi pelaporan. Tadinya membuat laporan per bulan, sekarang membuat laporan perminggu. Faktor pendorong perubahan biaya ini yang disebut dengan COST DRIVER. Cost Driver dari contoh diatas adalah frekwensi pelaporan. Contoh lain, biaya material produksi meningkat. Apa cost drivernya?. Cost drivernya adalah jumlah produksi. Jika jumlah produksi turun, maka jumlah material juga akan turun. Dan sebaliknya. Contoh lainnya lagi, biaya listrik meningkat, karena waktu produksi yang meningkat. Cost drivernya adalah waktu produksi.

    Dari contoh diatas, cost element naik karena perubahan dari cost drivernya. Cost Element juga berubah karena meningkatnya aktivitas proses pelaporan. Pada saat pelaporan, misalnya, harus melakukan konfirmasi data, harus mengecek data, menginput data, mengevaluasi data dan seterusnya. Inilah yang disebut dengan Cost Activity. Jika ternyata banyak data yang salah, maka aktivitas untuk mengecek dan mengevaluasi akan semakin panjang. Cost Activity nya akan meningkat.

    Dengan mengetahui perbedaan antara COST ELEMENT, COST DRIVER dan COST ACTIVTY, kita dapat memahami, mengevaluasi dan mengefiseinkan biaya. Nah pertanyaan selanjutnya, jika kita ingin melakukan pengendalian biaya dan melakukan cost reduction, mana yang kita lihat? Cost Elementnya? Cost Driver nya? Atau Cost Activity ?

    Ilustrasi lainnya

    Jika Anda ingin lebih memahami pengelolaan biaya, analisa biaya dan cost reduction program, Anda bisa mengikuti pelatihan-pelatihan di DMTc Training. Hubungi kami di 0878 8299 2123 atau admin @ dmt-id com untuk informasi lebih lanjut. Kunjungi website kami dmt-id.com.

    Penulis : Dino Martin

    Post Tagged with ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *