• Account Receivable & Collection Management: Bagian 2 – Risiko

    Account Receivable atau piutang dagang yang muncul karena adanya penjualan dengan tenggangwaktu, pembayarannya akan diterima setelah beberapa waktu setelah barang dikirim atau jasa diselesaikan. Waktunya sesuai dengan perjanjian kredit terms atau tempo yang diberikan ke pelanggan.

    Karena adanya tenggawaktu sementara barang telah dikirim dan jasa sudah diselesaikan, maka akan timbul risiko. Risikonya adalah piutang dagang tidak dibayar atau terlambat dibayar.

    Penyebab risiko piutang dagang tidak terbayar atau terlambat dibayar kerena beberapa faktor yaitu

    1. Karakter

    Kerakter dari menejemen perusahaan sangat menentukan proses pembayaran. Secara umum karakter dibagi berdasarkan kemauan dan kemampuan membayar. Ada 4 jenis pelanggan berkaitan dengan kemauan dan kemampuan membayar

    • Tipe 1 – Pelanggan yang tak mampu bayar dan tak mau bayar. Pelanggan tipe ini sudah tidak memiliki kemampuan membayar, karena tidak memiliki cash yang cukup. Penjualan yang turun, banyak memiliki hutang, operasional mengalami kerugian, dan lainnya. Dan secara karakter memang tipe yang sering menunda pembayaran. Jika mendapat tipe pelanggan seperti ini, walaupun pelanggan tetap melakukan pesanan, tetapi risiko untuk tidak dibayar sangat tinggi. Sebaiknya perusahaan mencari pelanggan lain. Tinggalkan tipe pelanggan seperti ini
    • Tipe 2 – Pelanggan mau membayar tetapi tidak mampu membayar. Pelanggan memiliki karakter yang mau membayar, tetapi perusahaannya sedang mengalami kesulitan keuangan. Perusahaan pelanggan tipe ini masih mau berusaha untuk dapat memenuhi kewajibannya. Pelanggan akan berusaha mencari solusi, seperti melakukan pinjaman, menambah modal dan lainnya. Tetapi pelanggan tipe ini akan sangat berisiko, jika memang perusahaan pelanggan menjelang bangkrut. Bagaimana ciri-ciri perusahaan yang akan bangkrut akan dibahas di pembahasan lainnya

    • Tipe 3. Tipe pelanggan memiliki kemampuan membayar tetapi tidak memiliki kemauan membayar. Pelanggan tipe ini sebenarnya memiliki kemampuan cash dan tergolong perusahaan yang sehat secara financial, tetapi karakternya yang cenderung tidak mau membayar. Cenderung mengabaikan kewajibannya. Jika perusahaan memiliki pelanggan dengan karakter seperti ini, diperlukan tindakan pencegahan agar risiko keterlambatan dan tidak membayar menjadi rendah. Bagaimana pencegahannya akan dibahas dipembahasan lainnya.
    • Tipe 4. Tipe pelanggan memiliki kemampuan dan kemauan membayar. Tipe pelanggan seperti ini yang paling disenangi oleh perusahaan. Pesanan terus mengalir dan pembayaran juga mudah.

    Dari 4 tipe pelanggan, mana yang paling banyak ditemukan ????

     

    Untuk mengurangi risiko, maka diperlukan analisa pelanggan sebelum memutuskan untuk melakukan kerjasama atau menerima pesanan pelanggan. Di industi perbankan, analisa pelanggan mutlak diperlukan sebelum akad kredit. Dan yang paling dominan adalah analisa karakter. Sebaiknya perusahaan non perbankan, juga arus menganalisa calon pelanggannya untuk mengurangi risiko tidak atau terlambat dibayar. Teknik analisa pelanggan yang praktis, applicable dan mudah akan dibahas di pembahasan selanjutnya

    1. Pelanggan Mengalami Kesulitan Cash Flow

    Risiko keterlambatan membayar disebabkan karena perusahaan pelanggan sedang mengalami permasalahan dengan usahanya, seperti penjualan yang sedang menurun, belum menerima pembayaran dari pelanggannya, ada kesulitan di bagian produksi dan operasionalnya. Dan permasalah usaha lainnya. Permasalah di pelanggan akan menjadi parah, jika memang permasalahannya bersifat permanen, contoh produknya sudah tidak diminati pasar lagi, hutang yang menumpuk dan tak mampu membayar. Tetapi kalau permasalahnya bersifat temporer, artinya permasalahannya bersifat sementara, karena faktor waktu misalnya pelanggan belum melakukan pembayaran, kemungkinan besar kondisi pelanggan akan membaik. Jadi perlu bagi perusahaan untuk terus memonitor perkembangan pelanggan dan mengetahui kondisi usaha pelanggan, terutama pelanggan utama.

    1. Tidak adanya pengendalian

    Risiko tidak dibayar atau terlambat dibayar terjadi karena tidak ada pengendalian internal yang baik. Setiap pesanan dari pelanggan harusnya dinilai dan dikendalikan. Harus dilihat apakah masih ada tunggakan yang sudah lama, atau jumlah total piutangnya akan melebihi batas kredit (credit limit) yang diberikan. Fungsi keuangan terutama bagian receivable mempunyai peran dalam pengendalian ini. Semua pesanan dari pelanggan seharusnya melalui penilaian receivable terlebih dahulu sebelum diproses.

    Untuk mengurangi risiko ini diperlukan adanya analisa dan pengendalian pada receivable

     

    1. Tidak memahami proses penagihan

    Risiko tidak dibayar atau terlambat dibayar terjadi karena tidak memahami proses dan pengelolaan penagihan. Biasanya dibanyak perusahaan nonfinansial, seperti perusahaan manufaktur, dagang dan jasa, tidak memiliki fungsi khusus penagihan. Bagian penagiahan dirangkap dengan bagian receivable. Padahal kedua bidang tersebut memiliki skill berbeda yang dibutuhkan. Fungsi receivable lebih mengarah kepada pencatatan, pelaporan dan penilaian. Sementara fungsi penagihan membutuhkan kemampuan yang berbeda. Membutuhkan kemampuan bernegosiasi, memahami alat dan teknik penagihan, memahami karakter individu dan lainnya.

     

    Untuk mengurangi risiko ini, perlu dipertimbangkan untuk mengembangkan fungsi penagihan atau menambah kemampuan fungsi receivable dengan teknik-teknik penagihan

    Dari 4 risiko dan pencegahan yang sudah dibahas dibahas dapat dilustrasikan sebagai berikut

    1. Risiko karena karakter yang tidak mau membayar diatasi dengan adanya analisa pelanggan (Analisa Credit).
    2. Risiko karena pelanggan mengalami kesulitan usaha atau financial dapat dikurangi dengan melakukan monitoring terhadap pelanggan agar dapat mendeteksi permasalah di pelanggan sebelum terjadi
    3. Risiko karena tidak ada pengendalian dapat dikurangi dengan melakukan pengendalian dan analisa
    4. Risiko karena tidak memahami proses penagihan dapat dikurangi dengan adanya pengelolaan penagihan, mengembangkan fungsi penagihan atau menambah kemampuan fungsi receivable dengan teknik-teknik penagihan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *