• Akuntansi Forensik

    Forensic Acc Akuntansi adalah seni mencatat, mengklasifikasikan dan mengikhtisarkan transaksi-transaksi dan kejadian dengan cara-cara tertentu yang bersifat finansial dan menginterpretasikan hasilnya.

    Forensik adalah segala hal yang berkaitan, berhubungan atau digunakan dalam proses pengadilan atau hanya sebagai bahan diskusi public.

    • Kedokteran Forensik
    • Psikologi Forensik

    Akuntansi forensik adalah memanfaatkan ilmu akuntansi, audit, dan investigasi untuk mendeteksi fraud yang telah terjadi. Akuntansi forensik juga merupakan penerapan dari keahlian finansial dan kemampuan investigatif terhadap permasalahan-permasalahan keuangan yang belum terpecahkan dan dilakukan dalam ketentuan bukti yang dapat diterima menurut hukum. Jasa Akuntansi forensik terdiri dari:

    • Dukungan kepada manajemen
    • Dukungan dalam proses hukum
    • Keterangan ahli

    Pengetahuan yang dibutuhkan dalam akuntansi forensik, yaitu:

    • Fraud
    • Hukum
    • Bukti
    • Investigatif
    • Komunikasi
    • Teknologi informasi

    Fraud adalah perbuatan curang yang dilakukan dengan berbagai cara secara licik dan bersifat menipu dan sering tidak disadari oleh korban yang dirugikan.

    Fraud berhubungan dengan GONE Theory, yaitu:

    • Greedy (Keserakahan)
    • Opportunity (Kesempatan)
    • Needs (Kebutuhan)
    • Exposure (Pencerahan)

    Berikut ini merupakan alasan karyawan melakukan kecurangan:

    1. Yakin dapat meloloskan diri
    2. Berpikir dia sunguh-sungguh membutuhkan atau mengunginkan uang atau artikel yang dicuri
    3. Merasa frustasi atau tidak puas tentang aspek pekerjaan
    4. Frustasi karena aspek kehidupan pribadi yang tidak berkaitan dengan pekerjaan
    5. Merasa disalahgunakan oleh pemilik perusahaan dan ingin membalas dendam
    6. Gagal mempertimbangkan konsekuensi bila tertangkap
    7. Berpikir : “ tiap orang lain mencuri, kenapa saya tidak?”
    8. Berpikir: “perusahaan ini begitu besar, mencuri sedikit saja tidak akan membuatnya bangkrut”
    9. Tidak mempunyai kontrol diri dan mencuri bukan karena keterpaksaan
    10. Pengendalian intern organisasi itu sangat lemah sehingga tiap orang tergoda untuk mencuri
    11. Tidak ada orang yang pernah dituntut karena mencuri
    12. Kebanyakan kasus kecurangan terungkap tidak sengaja, bukan karena audit atau secara sistematis. Maka rasa takut tertangkap bukan suatu pencegahan pencurian

    Cenderung meniru atasan – atasan mereka. Jika para atasan mencuri atau menipu, sangat mungkin mereka akan melakukan hal yang sama.

    Profesional Instruktur - DMTc

    Hastoni Ak, MM, CA – Profesional Instruktur – DMTc

     

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *